<p style="text-align:justify; margin:0cm"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:normal"><span style="font-family:Arial,sans-serif"><b><span lang="EN-US" style="font-size:10.0pt"><span style="font-family:"Times New Roman",serif">DALUNG (30/03/2026) -</span></span></b><span lang="EN-US" style="font-size:10.0pt"><span style="font-family:"Times New Roman",serif"> Semangat dan antusiasme masyarakat begitu terasa dalam prosesi Melasti Krama Desa Adat Dalung yang digelar di Segara Perancak, Banjar Berawa, Desa Tibubeneng, Senin (15/3). Sejak pagi hari, seluruh krama Desa Adat Dalung berjalan beriringan menempuh puluhan kilo menuju Pantai menunjukkan tingginya rasa bhakti serta kuatnya keterlibatan krama dalam menjaga tradisi warisan leluhur.</span></span></span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:normal"><span style="font-family:Arial,sans-serif"><span lang="EN-US" style="font-size:10.0pt"><span style="font-family:"Times New Roman",serif">Prosesi yang menempuh perjalanan cukup jauh menuju Segara Perancak itu tetap berlangsung khidmat dan kondusif di bawah teriknya matahari. Seluruh elemen masyarakat tampak berjalan bersama mengiringi pelawatan Ida Bhatara dengan penuh bhakti dan kekhusyukan. Di sepanjang perjalanan, suasana religius terasa melalui lantunan kidung para kesinoman istri serta tabuhan gambelan dari kesinoman lanang atau para pemuda yang mengiringi perjalanan hingga tiba di segara. Pengamanan prosesi juga turut diatensi oleh Pecalang Sakral bersama satuan pengaman lainnya. Proses </span></span><span lang="FI" style="font-size:10.0pt"><span style="font-family:"Times New Roman",serif">Melasti diisi dengan persembahyangan bersama, nunas tirta segara, serta pecaruan/mecaru, dan baru lah pelawatan Ida Bhatara Sami diiring kembali ke Bale Panjang/Bale Agung Pura Desa.</span></span></span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:normal"><span style="font-family:Arial,sans-serif"><span lang="EN-US" style="font-size:10.0pt"><span style="font-family:"Times New Roman",serif">Melasti sendiri merupakan bagian dari rangkaian penyambutan Hari Raya Nyepi yang dilaksanakan setiap tahun oleh umat Hindu di Bali. Bagi krama Desa Adat Dalung, prosesi ini tidak hanya menjadi ritual penyucian diri dan alam semesta, tetapi juga menjadi momen yang memperlihatkan kekompakan masyarakat dalam menjalankan tradisi secara bersama-sama.</span></span></span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:normal"><span style="font-family:Arial,sans-serif"><span lang="FI" style="font-size:10.0pt"><span style="font-family:"Times New Roman",serif">Sri Wardani sebagai krama Desa Adat Dalung mengatakan bahwa upacara Melasti merupakan salah satu rangkaian upacara penting dalam menyambut Hari Raya Nyepi. <b><i>“Kegiatan ini bertujuan untuk menyucikan diri dan alam semesta dengan menghaturkan segala kotoran secara sekala dan niskala ke laut, sehingga diharapkan tercipta keseimbangan dan keharmonisan dalam kehidupan,”</i></b> ungkapnya. Selain itu, prosesi Melasti juga menjadi wujud bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam menjaga kesucian diri dan lingkungan.</span></span></span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:normal"><span style="font-family:Arial,sans-serif"><span lang="FI" style="font-size:10.0pt"><span style="font-family:"Times New Roman",serif">Sementara itu, Agung Suwardika sebagai krama Desa Adat Dalung mengatakan bahwa kegiatan Melasti juga menjadi momen untuk mempererat kebersamaan antar masyarakat. <b><i>“Partisipasi krama dalam mengikuti prosesi ini sangat tinggi, yang menunjukkan rasa bhakti dan kekompakan dalam menjalankan tradisi,”</i></b> pungkasnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat rasa persaudaraan serta melestarikan nilai-nilai budaya Bali yang diwariskan secara turun-temurun.</span></span></span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm"> </p> <p style="text-align:justify; margin:0cm"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:normal"><span style="font-family:Arial,sans-serif"><b><span lang="FI" style="font-size:12.0pt"><span style="font-family:"Times New Roman",serif">(KIMDLG-005). </span></span></b></span></span></span></p>
Krama Desa Adat Dalung Tempuh Puluhan Kilo saat Melasti
24 Jul 2026